Akun perkiraan/rekening adalah daftar formulir yang digunakan untuk mencatat dan menggolong-golongkan transaksi yang sejenis. Perkiraan dapat digolongkan menjadi dua yaitu 1. Perkiraan Neraca Riil, yaitu suatu perkiraan yang pada akhir periode akuntansi dilaporkan sebagai unsur neraca. Perkiraan Neraca terdiri dari / Aktiva / assets. / Kewajiban / liabilities / capital. 2. Perkiraan Rugi Laba Nominal, yaitu suatu perkiraan yang pada akhir periode akuntansi dilaporkan sebagai unsur rugi/laba. Perkiraan Rugi-Laba terdiri dari 1. Pendapatan / revenue. 2. Beban / expenses. Harta / Aktiva adalah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan berupa benda berwujud dan tidak berwujud hak, yang mempunyai nilai uang dan akan mendatangkan manfaat pada masa akan datang. Kekayaan tersebut merupakan sumber daya bagi perusahaan untuk melakukan usaha. Aktiva / Harta diklasifikasikan ke dalam Aktiva lancar Current Assets Aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang berupa uang tunai kas dan saldo rekening giro di Bank serta kekayaan lain yang dapat dicairkan menjadi uang tunai atau rekening giro di Bank, yang dapat dijual atau dipakai habis dalam waktu satu tahun siklus operasi normal. Antara waktu satu tahun dengan siklus operasi normal perusahaan dipilih mana yang lebih panjang. Siklus operasi normal adalah perputaran modal kerja dari kas dan giro bank sampai kemudian menjadi kas atau giro Bank kembali. Yang termasuk Aktiva Lancar antara lain Kas, yaitu uang tunai, cek saldo rekening giro di Bank atau alat pembayaran lainnya yang dapat diterima oleh Bank sebesar nilai nominalnya. Surat Berharga,yaitu surat berharga yang berupa saham dan obligasi yang segera dapat diuangkan atau dijual di bursa efek/bank. Wesel Tagih Piutang wesel, yaitu surat perintah membayar/kesanggupan membayar sejumlah uang pada orang tertentu dan pada tanggal tertentu. Sebelum tanggal jatuh tempo wesel tagih ini dapat dijual ke bank dengan nilai tunai yang diterima lebih rendah dari nilai nominalnya. Piutang Usaha, yaitu tagihan kepada pihak lainyang terjadi karena penjualan barang atau jasa tanpa disertai janji tertulis. Persediaan barang dagangan,yaitu barang yang dibeli tanpa diproses diolah kembali yang siap untuk dijual kembali. Beban dibayar dimuka Porsekot,yaitu pembayaran dimuka yang belum menerima prestasi/jasa. Misalnya; sewa dibayar dimuka/porsekot sewa. Perlengkapan, yaitu bahan-bahan habis pakai tidak dapat dipakai lagi. Misalnya Pelerngkapan Kantor Kertas, tinta, perangko dan lain-lain. Perlengkapan Toko kertas bungkus, tali dan lain-lain. Investasi Jangka Panjang Long Term Investment Investasi jangka panjang merupakan bentuk penyertaan yang dilakukan untuk beberapa tahun, yang tujuannya bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan dan tidak mengganggu kegiatan normal perusahaan. Investasi jangka panjang ini tujuannya untuk Memperoleh keuntungan di masa mendatang. Menguasai perusahaan lain. Yang termasuk investasi jangka panjang antara lain Investasi penyertaan saham, yang tidak akan dijual kurang dari satu tahun. Investasi dalam obligasi, yang tidak akan dijual kurang dari satu tahun. Dana untuk melunasi utang jangka panjang. Aktiva Tetap Fixed Assets Yang dimaksud Aktiva tetap ialah kekayaan berwujud yang digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, yang mempuntai manfaat umur ekonomis lebih dari 1 tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan serta nilainya material. Dari pengertian ini Aktiva tetap mengandung lima unsur yaitu kekayaan berwujud, untuk kegiatan normal, umur ekonomisnya lebih dari satu tahun, tidak untuk dijual sebagai barang dagangan dan nilainya matrial nilainya berarti atau tinggi. Sehingga Aktiva yang tidak digunakan dalam kegiatan operasi normal tidak boleh dikelompokkan pada Aktiva tetap, misalnya mesin yang belum digunakan dalam kegiatan normal perusahaan. Umur ekonomis merupakan umur Aktiva tetap mulai dari pembelian sampai dengan Aktiva itu secara ekonomis kurang menguntungkan, yang berarti umur eknomisnya habis. Di samping itu Aktiva tetap juga mempunyai umur teknis, yaitu umur Aktiva tetap sampai dengan Aktiva tetap itu secara teknis sudah tidak dapat dipakai lagi. Berarti umur teknis lebih lama dari umur ekonomis. Yang termasuk Aktiva tetap antara lain tanah untuk lokasi usaha, gedung, mesin-mesin produksi, perlatan, kendaraan dan lain-lain. Aktiva ini disajikan dalam laporan neraca berdasarkan harga perolehan. Kecuali untuk tanah, harga perolehan Aktiva tetap ini dialokasikan kepada periode-periode akuntansi yang menerima manfaatnya. Jumlah yang dialokasikan pada periode yang berjalan disebutpenyusutan depresiasi yang dicatat pada perkiraan akumulasi penyusutan. Karena penyusutan diadakan tiap-tiap akhir periode tiap Tahun maka akumulasi penyusutan makin lama makin bertambah. Nilai buku akiva tetap sama dengan Harga Perolehan dikurangi Penyusutan. Aktiva Tak Berwujud Intangible Assets Aktiva ini merupakan Aktiva yang tidak mempunyai wujud fisik, tetapi berupa hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Yang termasuk Aktiva tak berwujud antara lain Goodwiil,merupakan keunggulan komperartif yang melekat pada perusahaan secara keseluruhan. Goodwiil memungkinkan perusahaan memperoleh laba yang lebih tinggi dari rata-rata laba perusahaan sejenis dan sebanding. Goodwiil dapat diketahui dari Produk yang terkenal mempunyai kualitas tinggi; Keunggulan dan keprofesionalan manajemen; Organisasi dan jalur pemasaran yang efisien dan efektif; Lokasi perusahaan yang strategis; Nama perusahaan yang dikenal luas. Hak Paten,yaitu hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah Direktorat Paten kepada perusahaan atau perorangan untuk memanfaatkan penemuan baru. Hak cipta, yaitu yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan atau perseorangan untuk memperbanyak atau menjual brang-barang hasil karya seni atau karya intelektual karya tulisan. Merek dagang / trade mark, yaitu hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah kepada orang atau badan usaha untuk menggunakan cap, nama, atau lambang usaha. Frachise, yaitu hak tunggal atau hak istimewa yang diperoleh suatu perusahaan dari perusahaan lain, pemerintah, atau perorangan untuk mengkomersialkan produk proses, teknik atau resep tertentu. Aktiva tak berwujud inipun tiap tahun disusutkan yang disebut amortisasi. Aktiva Lain-Lain Aktiva lain-lain yaitu kekayaan perusahaan yang tidak dapat digolongkan kedalam empat kelompok Aktiva sebelumnya lancar, investasi jangka panjang, Aktiva tetap dan Aktiva tak berwujud. Yang termasuk Aktiva lain-lain antara lain mesin yang tidak dipakai dalam operasi biaya pra operasi biaya emisi saham walaupun Aktiva diklasifikasikan menjadi lima, tetapi tidak semua perusahaan memiliki seluruhnya. Pada umumnya perusahaan memiliki lengkap kelima macam Aktiva itu adalah perusahaan-perusahaan besar. Sedangkan perusahaan kecil hanya mempunyai Aktiva lancar dan Aktiva tetap saja. Kewajiban / Utang kewajiban merupakan pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang, dalam bentuk penyerahan Aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh transaksi pada masa sebelumnya. Karena salah satu sumber kekayaan berasal dari kreditur, maka kreditur akan mempunyai tuntutan klaim terhadap Aktiva perusahaan, sehingga utang merupakan kewajiban yang harus dilunasi perusahaan kepada kreditur. Kewajiban di klasifikasikan menjadi Kewajiban Lancar/utang Lancar jangka pendek, yaitu kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari 1 tahun kuran dari 1 tahun. Yang termasuk kewajiban lancar antara lain Utang Usaha, yaitu utang yang timbul karena pembelian barang atau jasa secara kredit. Utang Wesel Wesel Bayar, yaitu utang yang disertai janji tertulis promes = surat kesanggupan membayar. Beban Yang Masih Harus Dibayar, misalnya bungan yang masih dibayar utang bunga, Gaji yang masih Harus dibayar utang gaji dan lain-lain. Pendapatan yang diterima dimuka, misalnya sewa diterima di muka, bunga diterima dimuka, dan lain-lain. Kewajiban Jangka Panjang, yaitu utang perusahaan yang harus dilunasi dalam waktu lebih dari 1 tahun. Kewajiban jangka panjang terdiri dari Utang Obligasi, utang ini timbul apa bila perusahaan mengeluarkan menjual obligasi. Utang hipotikadalah pinjaman dari bank yang menggunakan jaminan harta tetap rumah atau tanah. Kredit investor, dapat berupa KIK Kredit Investasi Kecil, kredit ini tujuannya untuk investasi misal membeli tambahan mesin, rehab gedung, dan lain-lain. Dapat pula berupa KMKP Kredit Modal Kerja Permanen, kredit ini tujuannya untuk modal kerja, misalnya untuk pembelian bahan baku. Kewajiban lain-lain, yaitu utang perusahaan yang tidak dapat digolongkan/dikelompokkan pada kewajiban lancar maupun kewajiban jangka panjang. Yang termasuk kewajiban lain-lain diantaranya Pendapatan yang ditangguhkan, misal sewa diterima di muka yang jangka waktunya lebih dari 1 tahun. Utang pada direksi, dan lain-lain. Modal / Capital sumber kekayaan di samping dari pinjaman kredit juga berasal dari pemilik, sehingga pemilik juga mempunyai hak atas kekayaan Aktiva perusahaan. Sumber kekayaan dari pemilik inilah yang disebut sebagai Modal. Oleh sebab itu yang disebut modal adalah hak pemilik atas Aktiva perusahaan atau utang perusahaan kepada pemilik. Karena kreditur mempunyai hak lebih dahulu terhadap Aktiva perusahaan dibanding pemilik, maka modal disebut Aktiva netto . Pendapatan / Income / Revenue pendapatan adalah hasil dari kegiatan usaha perusahaan yang dapat meningkatkan jumlah Aktiva atau penurunan kewajiban. Hasil kegiatan usaha ini berasal dari penjualan barang atau jasa, penyewaan Aktiva, meminjamkan uang dan aktivitas usaha lainnya dalam satu periode. Peningkatan Aktiva yang berasal dari pembelian harta, investasi oleh pemilik dengan pinjaman, tidak termasuk pendapatan. Pendapatan digolongkan menjadi dua yaitu Pendapatan Usaha,yaitu hasil yang diperoleh dari kegiatan usaha pokok perusahaan. Misalnya pendapatan pengangkutan, pendapatan sewa, pendatan tour dan lain-lain. Pendapatan Di luar Usaha /Lain-lain,yaitu pendapatan yang diterima dari luar kegiatan utama perusahaan. Misalnya pendapatan bunga dari bank, laba atas penjualan Aktiva tetap. Beban / Expenses Beban merupakan biaya pengorbanan yang terjadi untuk memperoleh pendapatan. Beban dikelompokkan menjadi dua yaitu Beban Usaha,yaitu biaya yang terjadi dari aktivitas usaha pokok utama perusahaan. Misal beban gaji, beban sewa, dan lain-lain. Beban Lain-lain,yaitu biaya yang terjadi dari aktivitas diluar usaha utama perusahaan. Misal beban bunga bank, rugi penjualan Aktiva tetap, dan lain-lain.
Biasanyadi berikan untuk membantu perusahaan anak atau perusahaan aplikasi yang baru mulai beropersai dan membutuhkan pinjaman. Artikel Lainnya : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji) Demikian Materi dari kami tentang Pasiva : Definisi Akun Pasiva dan Penjelasan Terlengkap Semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id
Chart Of Account Klasifikasi Sistem Kode Akun Akuntansi Apa itu yang dimaksud dengan kode akun akuntansi? Metode pembuatan Chart of Account CoA adalah? Pelajari selengkapnya di Blog Mekari Jurnal! Setiap perusahaan pasti memiliki kendala dalam pencatatan transaksi. Jika masalah tersebut dibiarkan berlarut bisa menimbulkan masalah berkepanjangan. Itulah alasan sebuah perusahaan atau pemilik usaha harus melakukan pembuatan kode akun akuntansi atau Chart of Account. Dengan membaca artikel ini, Anda akan memiliki pemahaman lebih dalam mengenai pengertian dan juga metode pembuatan Chart of Account. Apa itu Kode Akun Akuntansi atau Chart Of Account CoA? Kode akun akuntansi atau Chart of Account CoA adalah sebuah daftar dari akun-akun perusahaan yang digunakan untuk mengidentifikasi ataupun memperlancar proses pencatatan transaksi, baik itu pemasukan maupun pengeluaran. Nantinya seluruh pencatatan transaksi tersebut akan direkap ke dalam jurnal umum. Setiap perusahaan bisa mengatur bagan akunnya sendiri sesuai dengan yang diinginkan. Dengan adanya Chart of Account, sebuah perusahaan dapat mengatur atau mengubah sendiri alur dan tatanan bagan akunting sistem akuntansi perusahaan. Bagan akun selalu ditandai dengan simbol numerik sebagai penanda ada perbedaan di setiap jenisnya. Umumnya, fungsi metode pembuatan Chart of Account CoA adalah untuk menampilkan catatan laporan keuangan perusahaan, mulai dari laporan neraca keuangan perusahaan, hingga laporan laba rugi. Kemudian, bisa dilanjutkan dengan akun-akun lainnya, seperti modal ekuitas, biaya atau pengeluaran dan kewajiban atau hutang. Manfaat dari metode pembuatan Chart of Account CoA adalah Catatan-catatan atau data yang ada lebih mudah dikontrol, dibandingkan, dan dianalisis dengan tepat yang dapat digunakan oleh pengguna yang bersangkutan dalam mengambil keputusan. Memudahkan dalam memperbaiki data-data atau catatan-catatan yang mengalami perubahan yang disebabkan oleh kesalahan pengguna atau terjadinya transaksi tambahan. Mempermudah dalam pemrosesan hasil-hasil catatan atau data yang telah diperoleh dan pemrosesan tersebut akan lebih terkontrol dengan baik. Memudahkan dalam menyusun sebuah laporan . Memudahkan dalam membaca laporan sehingga pihak yang berkaitan dapat mengambil keputusan dengan mudah dan tepat. Metode pembuatan Chart of Account biasanya lebih mudah dibuat menggunakan software akuntansi karena lebih praktis, cepat, dan akurat. Salah satu software akuntansi maupun software inventaris barang terpercaya adalah Mekari Jurnal. Coba fitur Laporan Keuangan dan Bisnis untuk keputusan bisnis lebih tepat dan cepat Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Syarat Pembuatan Kode Akun Akuntansi Chart Of Account CoA Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kode akun akuntansi adalah sebagai berikut Nomor harus unik artinya setiap nomer hanya digunakan untuk satu akun perkiraan saja Akun perkiraan dimasukkan kedalam kelompok atau sub kelompok. Contohnya kas, piutang dan peralatan dimasukkan ke dalam aktiva lancar. Perkiraan yang berkaitan hendaknya disusun secara berurutan. Contohnya piutang dagang dengan piutang lain-lain. Penomoran diusahakan tidak terlalu ketat, alasanya akan memudahkan jika terjadi penambahan sejumlah akun baru. Contohnya kelompok beban diberi nomor 600. 605 beban angkutan. 610 beban lainnya. Jika terjadi penambahan dapat disisipkan antara 605 -610. Nama akun rekening sebaiknya singkat dan jelas. Contohnya Beban perjalanan dinas lebih baik daripada beban perjalanan ke luar kota bagi direksi. Baca Juga Cermati Fitur-fitur Ini Saat Pilih Accounting Software Terbaik Jenis-Jenis Chart Of Account CoA Di bawah ini adalah jenis-jenis kode akun akuntansi Chart of Account / CoA Angka numerik Angka merupakan simbol yang paling banyak digunakan dalam pembuatan kode akun di dalam Chart of Account atau bagan akun. Contoh 100-000 asset atau aktiva, 200-000 utang, 300-000 modal, 500-000 harga pokok penjualan, dan lain sebagainya. Huruf alphabet Huruf merupakan simbol yang jarang digunakan dalam metode pembuatan chart of account atau kode akun akuntansi. Umumnya, huruf lebih sering digunakan untuk kode nama perusahaan, nama supplier, nama pelanggan atau pembeli, nama wilayah atau daerah, nama bank, dan lain sebagainya. Contoh RCPC kode nama untuk perusahaan PT Ricky Pacific. Baca juga Apa Itu Kode Faktur Pajak? Simak Komponen Berikut! Campuran angka dan huruf Simbol campuran angka dan huruf biasanya digunakan saat simbol huruf telah dipakai untuk kode nama wilayah atau daerah, nama bank, nama pelanggan, nama supplier, maupun nama perusahaan. Namun masih dibutuhkan pembagian lanjutan agar kode kode akun akuntansi Chart of Account / CoA ini lebih jelas dan mudah dimengerti oleh pihak yang bersangkutan. Kelola usaha mikro kecil secara efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini! Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Klasifikasi kode akun akuntansi Chart of Account / CoA adalah sebagai berikut Account Classification Balance Sheet Account Asset Liabilities Stock Holder’s Equity Income Statement Account Revenue / Sales Cost of Fund Operating Expense Other Income and Charges Account Coding Assets 100 – 199 Liabilities & Stock holders Equity 200 – 299 Revenue & Cost of Revenue 300 – 499 Operating Expense 500 – 599 Other Income & Charges 600 – 699 Temporary Account 700 – 799 Struktur Chart Of Account atau Bagan Kode Akun Akuntansi Dengan penggunaan sistem komputerisasi accounting maka struktur kode akun akuntansi atau Chart of Account terdiri dari Kode perkiraan pembukuan Account Code Kode sub – sub account Tujuanya adalah menghasilkan posisi laporan per jenis biaya, sesuai dengan kebutuhan management. Struktur Account Chart atau CoA adalah sebagai berikut Perusahaan menggunakan tiga sampai empat digit sehingga memudahkan untuk menambahkan akun baru sesuai kebutuhan. Digit pertama menunjukkan klasifikasi utama laporan keuangan, yaitu Untuk aset Untuk kewajiban dan seterusnya Digit kedua menunjukkan sublisifikasi 11 untuk aset lancar 12 untuk aset tidak lancar 13 dan seterusnya Digit ketiga menunjukkan akun spesifik 111 untuk kas 122 untuk peralatan toko 124 dan seterusnya Digit keempat menunjukkan akun subspesifik 1110 untuk Rekening Bank BCA 1221 untuk Peralatan Toko Cab. Surabaya 1230 dan seterusnya Baca juga Proses Pembuatan Invoice Bisnis Lebih Mudah Secara Online Kode Akun Akuntansi Chart of Account / CoA Perusahaan Jasa 10 AKTIVA LANCAR 101 Kas 102 Persediaan barang dagang 103 Piutang usaha 104 Penyisihan piutang usaha 105 Wesel tagih 106 Perlengkapan 107 Iklan dibayar dimuka 108 Sewa dibayar dimuka 109 Asuransi dibayar dimuka 11 INVESTASI JANGKA PANJANG 111 Investasi saham 112 Investasi obligasi 12 AKTIVA TETAP 121 Peralatan 122 Akumulasi penyusutan peralatan 123 Kendaraan 124 Akumulasi penyusutan peralatan kendaraan 125 Gedung 126 Akumulasi penyusutan gedung 127 Tanah Baca juga Kenali Perbedaan Hutang dan Piutang & Tips Cara Mengelolanya 13 AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD 131 Hak paten 132 Hak cipta 133 Merk dagang 134 Goodwill 135 Franchise 14 AKTIVA LAIN-LAIN 141 Mesin yang tidak digunakan 142 Beban yang ditangguhkan 143 Piutang kepada pemegang saham 144 Beban emisi saham 20 KEWAJIBAN 201 Utang usaha 202 Utang wesel 203 Beban yang masih harus dibayar 204 Utang gaji 205 Utang sewa gedung 206 Utang pajak penghasilan 21 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 211 Utang hipotek 212 Utang obligasi 213 Utang gadai 30 EKUITAS 301 Modal/ekuitas pemilik 302 Prive 40 PENDAPATAN 401 Pendapatan usaha 410 Pendapatan di luar usaha 50 BEBAN 501 Beban gaji toko 502 Beban gaji kantor 503 Beban sewa gedung 504 Beban penyesuaian piutang 505 Beban perlengkapan kantor 506 Beban perlengkapan toko 507 Beban iklan 508 Beban penyusutan peralatan 509 Beban penyusutan 510 Beban bunga 511 Beban lain-lain Kode Akun Akuntansi Chart of Account / CoA Perusahaan Manufaktur Perusahaan manufaktur adalah sebuah perusahaan yang mengolah bahan baku raw material ditambah bahan pembantu lainnya dan didukung oleh tenaga kerja langsung serta biaya overhead pabrik BOP menjadi bahan jadi yang siap dijual. Biaya-biaya tersebut ada yang bersifat tetap dan ada yang bersifat variabel. Biaya yang bersifat variabel adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kuantitas produksi barang jadi. Sedangkan biaya overhead adalah biaya yang tidak bisa langsung dikaitkan dengan suatu produksi produk. Semakin banyak kuantitas yang di produksi maka akan semakin banyak pula biaya variabel yang harus dikeluarkan. Contoh biaya variabel biaya bahan baku dan biaya upah langsung. Sedangkan biaya yang bersifat tetap adalah biaya yang besar kecilnya tidak tergantung pada jumlah produksi barang jadi. Kuantitas produksi tidak mengubah jumlah biaya tetap yang harus dikeluarkan. Baca juga Kenali Jenis dan Contoh Invoice yang Penting untuk Bisnis Contoh biaya tetap Biaya sewa gedung pabrik, Biaya gaji karyawan tetap, Biaya keamanan, dan Niaya rutin yang dibayar setiap bulan dan jumlahnya relatif sama. Dalam mengolah barang jadi, perusahaan manufaktur ada yang mengolah berdasarkan pesanan dari customer dan ada juga yang mengolah produk reguler. Gunakan software invoice untuk melihat data penjualan dan pembelkian lebih efisien. Kelola usaha manufaktur secara efektif. Pelajari fitur aplikasi Jurnal untuk perusahaan manufaktur selengkapnya di sini! Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Kode Akun Akuntansi Chart of Account / CoA Perusahaan Dagang Ada beberapa perbedaan antara kode akun akuntansi atau Chart of Account akuntansi perusahaan jasa dengan perusahaan dagang. Beberapa akun dibawah ini tidak terdapat pada perusahaan jasa namun ada pada perusahaan dagang. Akun Persediaan dicantumkan dalam kelompok aset Persediaan Bahan Baku Persediaan Bahan Pembantu Persediaan Suku Cadang Persediaan Barang Dalam Proses Persediaan Barang Jadi Akun Biaya Produksi dicantumkan dalam kelompok harga pokok Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Biaya Bahan Baku Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Biaya Upah Langsung Biaya Overhead Pabrik Barang Dalam Proses Awal dan Akhir Barang Jadi Awal dan Akhir Selisih Harga Pokok Produksi Aktual dan Standar Barang Jadi Standar Baca juga Akun Nominal vs Akun Riil, Ini Dia Perbedaan Keduanya! Setelah membaca penjelasan di atas apakah Anda sudah lebih mengerti tentang kode akun akuntansi Chart of Account? Merancang, membuat, dan menyusun daftar akun lengkap dengan jenis dan nama akun adalah sangat penting ketika akan menyusun Laporan Keuangan. Baik membuat laporan keuangan secara manual atau dengan menggunakan software atau aplikasi akuntansi. Diperlukan pemahaman yang baik tentang bisnis proses industri manufaktur, perusahaan jasa maupun perusahaan dagang agar laporan keuangan yang dihasilkan benar-benar akurat dan menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Dalam mengelola keuangan terutama dalam pencatatan Akuntansi, Mekari Jurnal dapat Anda andalkan sebagai software akuntansi. Penasaran? Anda dapat mencoba gratis aplikasi Mekari Jurnal dan dapatkan kemudahan akses ke sistem akuntansi perusahaan kapanpun dan di mana pun Anda berada. Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Nah, penjelasan tentang apa itu Chart of Account CoA atau kode akun akuntansi, klasifikasi, juga metode pembuatan yang adalah sebagaimana telah diulas oleh Blog Mekari Jurnal. Semoga informasi ini bisa berguna buat Anda yang memerlukannya, dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media.Modelklasifikasi bertujuan untuk memprediksi nilai suatu individu (subjek). Contohnya suatu perusahaan mengklasifikasikan apakah calon pelanggan layak diberikan kartu kredit atau tidak. Umumnya, model klasifikasi dalam bentuk 0 (tidak layak diberikan kartu kredit) dan 1 (layak diberikan kartu kredit).